7 Ciri-Ciri Perkutut Lokal yang Bagus dan Jenisnya

Burung perkutut merupakan salah satu jenis burung pengicau yang wajib dikoleksi oleh para pencinta burung.

Selain suara kicauannya yang merdu, perkutut juga mudah dipelihara.

Di Indonesia, perkutut yang paling banyak dipelihara yakni perkutut lokal dan perkutut Bangkok.

Bila ingin yang memelihara jenis lokal, ketahui ciri-ciri perkutut lokal yang bagus.

Jenis-Jenis Perkutut Lokal

Jenis-jenis Perkutut Lokal

Terdapat beragam jenis perkutut lokal yang bisa Anda pelihara.

Pengelompokan tersebut berdasarkan perbedaan ciri fisik pada burung. Jenis-jenis perkutut yakni:

Perkutut Putih

Sesuai namanya, seluruh bulu burung jenis ini memiliki warna putih. Pada bagian paruh dan kakinya berwarna oranye kemerahan.

Bagi yang ingin memelihara perkutut putih, harap perhatian kebersihan burung dan kandang karena bulunya cepat kotor.

Perkutut Majapahit

Ciri utama burung ini adalah memiliki ukuran tubuh lebih besar dan kokoh dibanding jenis perkutut lain.

Selain memiliki karakter yang lincah, burung ini juga memiliki perpaduan bulu yang indah.

Perkutut Belah Dada

Ini merupakan jenis perkutut yang jarang dijumpai. Ciri yang menonjol dari burung ini adalah pola bulu pada bagian dadanya tampak seperti terbelah.

Burung Perkutut Jawa

Sesuai namanya, burung ini berasal dari daerah Jawa. Perkutut Jawa memiliki bulu dengan perpaduan warna cokelat, hitam dan merah serta corak abu-abu, hitam dan putih.

Perkutut Katuranggan

Burung ini banyak dipelihara karena dipercaya bisa mendatangkan keuntungan bagi yang memilikinya.

Warna bulu perkutut Katuranggan sangat beragam. Ada yang memiliki bulu berwarna putih bersih dengan mata dan kaki berwarna merah.

Namun, ada juga yang memiliki corak warna keemasan atau kuning kecokelatan pada bagian leher.

Ciri Perkutut Lokal yang Bagus

Ciri Perkutut Lokal yang Bagus

Ketika hendak memelihara burung termasuk perkutut, pastikan Anda memilih yang berkualitas. Berikut ciri-ciri perkutut lokal yang bagus.

Ukuran Kepala

Ciri pertama yang harus diamati dalam memilih seekor burung perkutut lokal adalah ukuran kepalanya.

Pilihlah perkutut yang memiliki ukuran kepala lebih besar.

Ukuran kepala yang besar menandakan burung tersebut cerdas dan pintar, sehingga bisa dengan mudah dilatih.

Ukuran Hidung

Ciri-ciri perkutut lokal yang bagus selanjutnya bisa dilihat dari ukuran hidung.

Semakin besar ukuran hidung, semakin kuat pula pernapasannya.

Hal ini akan berpengaruh kepada lamanya sang peliharaan bisa berkicau.

Bagi Anda yang ingin mengikutkan perkutut dalam lomba berkicau, faktor ini jangan terabaikan.

Ukuran Tubuh

Perkutut yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dan bulat sangat bagus untuk dipelihara.

Semakin besar ukuran tubuh mengindikasikan bahwa burung tersebut memiliki ketahanan fisik yang kuat dan jarang sakit.

Ukuran Paruh

Bila ingin menikmati kicauan merdu dari perkutut lokal, pilihlah burung yang mempunyai paruh panjang.

Tak hanya panjang, namun juga pastikan memilih burung dengan paruh berbentuk proporsional dan simetris.

Ukuran Leher

Ciri-ciri perkutut lokal yang bagus yang bagus dapat dilihat dari ukuran lehernya.

Burung dengan suara bagus memiliki leher yang panjang.

Semakin panjang leher maka kualitas suara yang dihasilkan semakin bagus.

Punggung Menonjol

Perkutut yang bagus memiliki area punggung yang menonjol ketika dilihat dari samping.

Hal ini menunjukkan kekuatan tulang burung berada dalam kondisi bagus.

Dada Membusung

Perkutut yang memiliki kualitas bagus biasanya memiliki dada yang membusung.

Hal tersebut adalah tanda bahwa burung mampu bernapas dengan sangat baik.

Cara Perawatan Burung Perkutut Lokal

Cara Perawatan Burung Perkutut Lokal

Setelah membeli burung berdasarkan ciri-ciri perkutut lokal yang bagus, saatnya mengetahui cara perawatan yang sesuai.

Perawatan standar dan wajib dilakukan adalah memandikan burung secara rutin agar bulunya bersih, mengkilap dan bebas dari serangan parasit.

Bila perlu tambahkan obat anti jamur pada cairan pembersih untuk mendapatkan hasil maksimal.

Bila cuaca memungkinkan, mandikan perkutut setiap hari dan jemur di bawah sinar matahari.

Waktu terbaik untuk melakukan penjemuran sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 pagi.

Perkutut termasuk golongan burung yang menyukai sinar matahari. Karena itu, proses ini jangan sampai terlewat karena akan membuat burung stres.

Ketika musim hujan tiba, sebaiknya mandikan perkutut dua minggu sekali. Karena udara dingin, jangan memandikan burung terlalu lama.

Anda juga bisa menggunakan air hangat agar burung tidak kedinginan. Proses penjemuran pun harus tetap dilakukan saat matahari muncul meskipun durasinya hanya sebentar.

Untuk mencegah burung sakit, sebaiknya letakan sangkar di ruangan yang hangat. Bila perlu, berikan tambahan lampu.

Sementara itu untuk soal pakan, perkutut lokal sangat gemar mengonsumsi biji-bijian.

Banyak pilihan makanan yang bisa diberikan. Mulai dari milet, gabah, jewawut, ketan hitam hingga kacang hijau.

Anda juga bisa memberikan pakan pabrikan yang sudah diramu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian perkutut.

Jangan lupa untuk memberi pakan tambahan berupa protein hewani serta multivitamin.

Demikianlah informasi mengenai jenis dan ciri-ciri perkutut lokal yang bagus serta bagaimana cara merawatnya.

Tak hanya dipelihara di rumah, dengan perawatan yang baik, perkutut menjadi berkualitas dan bisa dilombakan.

7 Ciri-Ciri Perkutut Lokal yang Bagus dan Jenisnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Lucy